Motivation Letter

Perkenalkan nama saya Sri Rahmani. Oleh teman-teman saya biasa dipanggil Sri. Saya adalah anak kedua dari lima bersaudara. Saya berasal dari Dusun Dasan Kulur, Desa Tumbuh Mulia, Kecamatan Suralaga, Kabupaten Lombok Timur, NTB. Ibu saya bernama Hj. Zuriati dan bapak saya bernama Drs. H. Mukminin.
            Dokter! Ya, itu adalah cita-cita saya dari kecil. Cita-cita itu mulai saya lontarkan sejak saya menginjak bangku sekolah dasar. Meskipun berasal dari kampung yang sangat terpencil di kota saya, tapi hal tersebut tidak memundurkan semangat saya untuk terus belajar demi meraih cita-cita saya. Semangat ini muncul ketika saya melihat kelahiran adik laki-laki saya yang kedua, waktu itu saya masih duduk di tingkat sekolah dasar kelas 3. Melihat perjuangan ibu saya dalam melahirkan adik saya, membuat saya terharu, terlebih ketika melihat senyuman dokter yang menangani ibu saya ketika adik saya telah lahir. Senyuman itu langsung membuat rasa sakit yang diderita ibu saya seketika sirna. Sejak saat itu, keinginan menjadi seorang dokter terpatri kuat dalam ingatan saya hingga saat ini.
            Perjuangan demi perjuangan terus saya lakukan, sampai pada akhirnya, saya tiba pada titik, dimana saya harus menerima keyataan, bahwa saya tidak berhasil menjadi mahasiswa kedokteran pada tahun 2017. Seketika saya merasa menjadi manusia paling bodoh di dunia. Jatuh, terpuruk, terbelenggu dalam fakta yang mencekik membuat saya hampir menyerah pada keadaan. Semangat yang dulu pernah menyala, seketika sirna menjadi sebuah tungku api yang dipenuhi asap. Satu tahun yang sangat kelam memaksa saya untuk bangkit dari keterpurukan. Teringat ada jiwa yang menunggu saya, jiwa yang mengaharapkan saya, jiwa yang memotivasi saya, dan jiwa yang harus saya bahagiakan. Saya berpikir, mengecewakan mereka adalah langkah yang paling buruk yang pernah saya ambil dalam hidup saya.
            Membuktikan bahwa saya mampu bangkit dari keterpurukan merupakan motivasi terbesar saya untuk terus berjuang. Perjuangan yang saya tempuh tidak mudah, sampai saya tiba pada titik, dimana saya diterima menjadi mahasiswa kedokteran pada tahun 2018 di Universitas Islam Sultan Agung di Semarang. Sejak diterima menjadi mahasiswa kedokteran di Unissula, membuat semangat yang pernah redup menjadi barkobar kembali, layaknya api yang diberikan gas sangat hebat. Mimpi besar untuk menjadi seorang dokter hebat terus terpatri dalam ingatan saya. Langkah-langkah demi langkah saya susun dengan mantap, demi menggapai mimpi saya. Salah satunya adalah dengan mengumpulkan berbagai informasi di account social media, bertanya pada teman-teman saya yang berhasil menjadi mahasiswa kedokteran pada tahun 2017, dsb.
Hingga, suatu ketika saat saya membuka Instagram, saya melihat sebuah postingan dari mstbs.id bahwa telah dibuka group line untuk maba fk 2018. Seketika, saya sangat ingin bergabung disalamnya. Mengingat group ini dibuka untuk maba fk 2018 di seluruh Indonesia. Dengan bergabung di group ini, saya berharap dapat mengupgrade pengetahuan dan pengalam saya, khususnya di bidang kesehatan. Saya sangat berharap bisa menjadi bagian di group maba fk 2018. Berkomunikasi dengan seluruh mahasiswa kedokteran angkatan 2018 diseluruh Indonesia. Saling sharing kehidupan kampus, masalah kesehatan di Indonesia, buku-buku sebagai alat refrensi, dan sebagainya. Oleh karena itu, dengan motivation letter ini, bisa menjadi pertimbangan supaya saya bisa menjadi bagian dari group maba fk 2018. Terima kasih J

Komentar

Postingan populer dari blog ini

akulturasi

Pahlawanku