Kapsul Rindu
Rindu, itu yang aku rasakan. Desiran darahku meneteskan rindu. Detakan katub
jantungku membekuk rindu. Untaian sel otakku mengalirkan rindu. Setiap sendiku
kaku terbius rindu. Mulutku melontarkan kata rindu. Ntah pada siapa hatiku
melabuhkan rindunya. Ntah pada siapa perasaanku menuai rindunya. Hatiku bagai
dibius oleh kata rindu. Semakin ku merenung, semakin aku merasakan hebatnya
rindu. Semakin ku merenung, semakin ku yakin rindu itu hadir untuknya. Dia,
orang yang pernah ada disetiap goresan kata dalam otakku.
UntukMu Sang pemilik rindu. Ku titipkan samudra rinduku untuk kau
labuhkan ke samudra rindunya. Berharap dia akan merasakan hebatnya rindu itu. Rindu
yang telah lama manangui setiap lobus hatiku. Sungguh serakah dia yang
menghabiskan seluruh tempat dihatiku. Sungguh tamak dia yang selalu menyita
waktuku, hanya untuk menggoreskan kata rindu untuknya. Setiap kali kutemui
diriku, dia selalu berada pada titik yang sama yaitu titik rindu. Sungguh
dzalimnya aku pada diri ini. Rindu itu tak sepantasnya aku miliki. Ingin rasanya
kuserahkan saja rindu ini pada Dia Sang pemilik rindu. Sesak rasanya dadaku
dipenuhi oleh rindu ini.
Aku tak tau, kapan rindu itu mulai hadir. Tiba-tiba saja dia telah ada pada titik puncak, memenuhi setiap sudut jiwaku, menghampiri setiap hembusan
napasku. Tanpa sadar aku telah menelan banyak kapsul rindu. Hingga kapsul itu
menjadi racun yang meracuni setiap rinduku.
Komentar
Posting Komentar