Tangisan yang membeku
Menangislah, jika dada itu terasa sempit. Menangislah,
jika hal itu harus kau lakukan. Seseorang tidak melarangmu menangis. Seseorang tidak
memintamu untuk selalu tersenyum ketika kau terhimpit. Terbelenggu dalam fakta
yang mencekik, membuatmu ingin menghadirkan air mata. Air mata tidak pernah
sibuk dikala kau membutuhkannya. Dia rela membendung setiap keluh kesahmu. Melaluinya
kau dapat menuangkan segala sesuatu yang kau rasakan.
Ketika semua orang disekelilingmu, terlalu
sibuk dengan urusan mereka masing-masing. Jarang diantara mereka, yang kau
temukan tengah santai dengan segelas kopi. Dikala masalah terlalu liar untuk ditangkap,
kau butuh orang yang mengerti dengan apa yang kau rasakan. Menuangkan segala
emosi, keresahan, dan kegundahan. Kau butuh bahu untuk bersandar. Namun, lagi-lagi
tidak ada orang yang kau temukan tengah bersantai dengan selembar koran, bahkan
untuk ukuran seorang teman.
Menemui semua itu, membuatmu semakin bersedih
seolah kamu tidak mempunyai teman di planet ini. Kamu merasa seperti hidup
sendiri dan tidak ada yang bisa menemani kamu, mendengar curhatanmu. Sadarlah ketika
kamu tengah bersedih. Ingatlah betapa banyak kesalahan yang kamu lakukan, hingga
kamu tak patut menerima bahu mereka unutk bersandar. Tapi ketika kamu berpikir,
kamu begitu banyak mendengarkan mereka, ocehan mereka. Kemudian kamu menjerit
dalam hati, kenapa mereka membalasnya dengan hal pedih seperti ini? kamu selalu
berusaha menjadi yang terbaik buat mereka, tapi denagan apa yang mereka lakukan
kepadamu, kamu semakin kecewa.
Ketahuilah, setiap tangisan akan ada
senyuman di balik itu semua, seperti halnya hujan yang sesekali diiringi
pelangi setelahnya, tapi kamu semakin sering mendapatkan hal yang tidak sesuai
dengan yang kamu harapkan sehingga membuat kamu menangis, anggaplah semua itu
sebagai cobaan yang tuhan kasih kepada kamu, berushanlah menghilangkan
kesedihan dengan melakukan hal yang membuat anda tersenyum di dalamnya,
ingatlah tuhan tidak akan memberikan cobaan diluar batas kemempuat hambanya,
kamu di kasih cobaan itu karenamemang anda sanggup memikulnya, dan ketahiulah
ketika kamu berbuat baik kepada orang tetapi ia malah membalasnya dengan
keburukan maka ingatlah mungkin tuhan sedang menguji kamu sampai mana
batas kemampuanmu dan ingat itu adalah bernilai ibadah di
hadapan-Nya.
By: Sri Rhamani
Komentar
Posting Komentar